News

AS dan Iran Bahas Rencana Gencatan Senjata Bertahap Selama 45 Hari

Moskow (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat bersama Iran serta sejumlah mediator kawasan tengah membahas kemungkinan penghentian konflik sementara selama 45 hari. Rencana ini menjadi bagian awal dari skema dua tahap yang sedang dinegosiasikan.

Laporan menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pemerintahan Donald Trump telah mengajukan sejumlah opsi kepada Iran. Namun hingga kini belum ada satu pun yang disepakati oleh pihak Teheran.

Sumber yang terlibat dalam pembahasan menilai peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih kecil, termasuk dalam kurun dua hari ke depan.

Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan pernyataan keras dengan ancaman terhadap infrastruktur penting serta mendesak agar akses ke Selat Hormuz dibuka.

Dalam rancangan yang sedang dibahas, tahap awal akan difokuskan pada penghentian konflik selama 45 hari. Selama periode tersebut, kedua pihak akan melanjutkan negosiasi untuk menyusun kesepakatan damai yang lebih permanen. Masa gencatan senjata juga disebut bisa diperpanjang jika proses pembicaraan membutuhkan waktu tambahan.

Tahap berikutnya akan mengarah pada penandatanganan perjanjian untuk mengakhiri konflik secara menyeluruh.

Sejumlah isu krusial seperti akses penuh di Selat Hormuz serta kepemilikan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi oleh Iran disebut baru akan dibahas dalam tahap akhir kesepakatan.

Di sisi lain, mediator terus berupaya membangun kepercayaan antara kedua negara dengan menjajaki langkah yang dapat mengakomodasi sebagian tuntutan Iran.

Trump menyatakan bahwa proses negosiasi saat ini berjalan intensif dan membuka peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Ia juga menyebut komunikasi yang terjalin sejauh ini cukup produktif.

Namun, pihak Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya pembicaraan langsung. Meski begitu, mereka mengakui telah menerima pesan dari Washington melalui perantara terkait keinginan untuk mengakhiri konflik.

Ketegangan antara kedua pihak meningkat sejak terjadinya serangan gabungan AS dan Israel ke Iran 2026 pada akhir Februari, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: